BOJONEGORO – Kinerja perekonomian Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan II 2026 menghadapi tekanan dari sektor minyak dan gas bumi (migas).

Aktivitas ekonomi di luar pertambangan migas justru masih mampu tumbuh positif sebesar 5,86 persen secara year on year (YoY).

Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik struktur ekonomi Bojonegoro yang cukup berbeda dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Sektor pertambangan, khususnya migas, memiliki porsi sangat besar dalam perekonomian daerah.

Besarnya porsi tersebut membuat perubahan produksi migas secara otomatis memberikan pengaruh besar terhadap angka pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Berdasarkan perhitungan kumulatif atau C-to-C, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro yang memasukkan sektor migas tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,82 persen.

Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau YoY, ekonomi Bojonegoro pada Triwulan II 2026 terkontraksi 3,66 persen.

Menurut Syawaluddin, angka tersebut terutama dipengaruhi melemahnya sektor pertambangan akibat penurunan lifting migas.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *