:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-gedung-SDN-Pakaan-Laok-Kecamatan-Galis-Kabupaten-Bangkalan.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Keterbatasan ruang belajar membuat aktivitas pendidikan di SDN Paka’an Laok I, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur harus berlangsung dengan fasilitas seadanya.
Dari tujuh ruang yang tersedia, hanya tiga yang masih bisa dimanfaatkan, sedangkan empat lainnya mengalami kerusakan berat.
Kondisi bangunan tersebut berdampak langsung terhadap pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah harus menyiasati keterbatasan ruangan dengan menyekat sejumlah ruang yang masih tersisa agar dapat digunakan untuk beberapa kelas sekaligus.
Keterbatasan fasilitas juga membuat SDN Paka’an Laok I tidak leluasa menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026-2027. Sekolah hanya menerima 13 siswa baru dan memilih tidak melakukan pencarian siswa secara aktif seperti sejumlah sekolah lain yang bahkan harus mendatangi rumah warga.
“Tahun ini kami hanya menerima 13 siswa baru, kami tidak berani mencari siswa baru seperti halnya sekolah. Kami seadanya saja menerima siswa karena kondisi gedung seperti itu,” ungkap Guru Kelas IV, Imam Syafi’i kepada TribunJatim.com, Selasa (8/9/2026) petang.
Jumlah peserta didik di SDN Paka’an Laok I tahun ini tercatat sebanyak 87 siswa. Angka tersebut turun dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 91 siswa. Pada tahun yang sama, sebanyak 18 siswa dinyatakan lulus.
Kerusakan bangunan sekolah bukan persoalan yang baru terjadi. Empat ruang kelas disebut telah mengalami kerusakan berat dan tidak tersentuh perbaikan selama sekitar lima tahun.
Kerusakan paling parah terlihat pada bagian atap bangunan. Selain kayu-kayu penyangga yang telah runtuh, bagian sisi paling barat gedung juga roboh setelah sebelumnya diterjang angin puting beliung.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber