
Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan kerja para peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 dari Lemhannas RI pada Rabu (9/9). Kedatangan rombongan lembaga ketahanan nasional tersebut disambut langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, bertempat di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan.
Rombongan peserta SSDN Lemhannas RI yang dipimpin oleh Marsma TNI Sigit Hardjanto selaku Tenaga Ahli Pengajar Madya Bidang Ketahanan Nasional meninjau secara langsung potensi daerah. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pasuruan memaparkan komitmen kuat berbagai sektor industri swasta yang mulai beralih memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai standar operasional.
“Berbagai perusahaan di Kabupaten Pasuruan telah menerapkan penggunaan energi hijau seperti PT Kanz Capital Purwodadi yang memanfaatkan aliran Sungai Wrati untuk pembangkit listrik tenaga minihidro berkapasitas 2,3 megawatt. Langkah serupa juga diterapkan PT HM Sampoerna Sukorejo melalui pemasangan 10.550 panel surya berkapasitas 7 MWP di atas lahan seluas 7 hektar demi mencapai target netralitas karbon,” kata Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
Rusdi menjelaskan bahwa sektor industri makanan dan minuman di wilayahnya juga bersinergi aktif memelopori penggunaan energi ramah lingkungan. Di Kecamatan Pandaan, PT Niramas Pandaan Sejahtera telah mengoperasikan PLTS atap berkapasitas 312,5 KWP serta Coca-Cola Europacific Partners Indonesia memanfaatkan PLTS berkapasitas 2,4 MWP.
Di samping pemanfaatan panel surya, bentuk dukungan terhadap transisi energi bersih juga ditunjukkan oleh sektor industri di wilayah timur Pasuruan. Langkah konkret ini membuktikan bahwa daya saing industri lokal berbanding lurus dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Pemanfaatan sertifikat energi terbarukan juga dijalankan oleh PT Cheil Jedang Indonesia di Rejoso yang berpartisipasi menggunakan Renewable Energy Certificate dari PT PLN untuk kapasitas daya 95 mega volt ampere. Implementasi masif ini menunjukkan komitmen penuh wilayah kami dalam mendukung kebijakan transisi energi nasional,” ujar Mas Rusdi.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut menambahkan bahwa Kabupaten Pasuruan turut dipercaya menjadi lokasi proyek strategis nasional. Pada Agustus 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan groundbreaking program PLTS 100 GWP sebagai bentuk perwujudan Asta Cita di kawasan ini.
Pembangunan fasilitas energi surya skala besar tersebut dipusatkan di tiga wilayah kecamatan strategis di Kabupaten Pasuruan. Tiga lokasi yang ditunjuk meliputi kawasan Kecamatan Kejayan, Kecamatan Purwosari, hingga wilayah Kecamatan Pasrepan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber