Surabaya (ANTARA) – CEO De Red FC Daniel Rohi menyatakan bahwa klub yang berlaga di Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027 itu, akan mengisi kekosongan klub kasta kedua yang selama berpuluh-puluh tahun tidak bermarkas di Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Kami ingin De Red hadir untuk mengisi kekosongan itu dan menjadi berkah bagi masyarakat dan juga ekosistem sepak bola di Kota Surabaya,” kata Daniel saat pengenalan tim di Surabaya, Kamis.

Ia menjelaskan, bahwa De Red FC ingin menjadi klub yang memberikan warna baru bagi persepakbolaan Surabaya sekaligus menjadi bagian dari perkembangan ekosistem sepak bola di kota tersebut.

Selain itu, kata dia, terpilihnya Surabaya sebagai homebase karena memiliki sumber daya pemain yang melimpah dan telah melahirkan sejumlah legenda sepak bola Indonesia serta didukung fasilitas olahraga yang representatif hingga berkaliber internasional.

“Kompetisi terbanyak itu dilakukan di Pulau Jawa, sehingga ketika kami ambil di Surabaya, mobilitas pemain ke setiap pertandingan itu jauh lebih efisien dan lebih ekonomis,” ucapnya.

Di sisi lain, Daniel mengatakan pertumbuhan ekonomi Surabaya yang baik turut menjadi pertimbangan karena berbagai fasilitas yang dibutuhkan pemain dan pelatih tersedia di kota tersebut.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan target tersebut, manajemen menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih kepala karena dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak kuat di sepak bola Indonesia serta memahami karakter sepak bola Jawa Timur.

“Coach Aji sangat melegenda, kalau teman-teman mau lihat salah satu pelatih terbaik di republik ini, saya masih pilih Coach Aji,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *