
11 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro terendam banjir pada Senin (11/3). Banjir tersebut akibat luapan dari Sungai Bengawan Solo.
Kalaksa BPBD Bojonegoro, Laela Noer Aeny, mengatakan banjir luapan itu terjadi sejak Sabtu (9/3). Kondisi genangan air di sejumlah kecamatan itu hingga kini masih stabil.
Aeny menerangkan, ketinggian banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo mencapai sekitar satu meter.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mendirikan posko dapur umum untuk para warga yang terdampak akibat banjir ini di sejumlah titik.
Selain itu, pihaknya juga terus memantau ketinggian debit air di Sungai Bengawan Solo untuk mengantisipasi luapan tersebut.
“Kalau di Sukoharjo Kalitidu kami sudah mengecek lokasi dan lapangan tadi, kita ada pendirian dapur umum di rumah kepala desa. Karena para pengungsi lebih memilih mengungsi di saudaranya yang memang tidak berdampak banjir Bengawan Solo,” ujarnya.
“Jadi untuk sementara apa upaya yang dilakukan, kami bekerja sama dengan pihak kecamatan, linmas, kades, itu untuk antisipasi selalu memantau update untuk perkembangan ketinggian Bengawan Solo ini,” ujar dia.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, ada 11 kecamatan yang terendam banjir, di antaranya:
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber