BOJONEGORO, KOMPAS.com – Praktik penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di areal persawahan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali memakan korban jiwa.

Terbaru, pasangan ibu dan anak tewas mengenaskan setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di persawahan Dusun Pager, Desa Sidomukti, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Korban teridentifikasi bernama Sutik (76) dan anaknya, Paniti (45). Tragedi tragis ini semakin memperpanjang daftar hitam kasus kematian akibat jebakan tikus listrik di wilayah tersebut.

Kasi Humas Polres Bojonegoro Ipda M Abul Wafa mengonfirmasi bahwa penambahan dua korban tewas tersebut membuat total angka kematian akibat jebakan tikus listrik sepanjang tahun 2026 mencapai belasan orang.

“Berdasarkan data dari Satuan Reserse Polres Bojonegoro, tercatat sebanyak sembilan warga meninggal. Hari ini ada dua warga meninggal akibat jebakan tikus listrik di sawah. Sehingga total menjadi 11 warga yang meninggal dunia akibat kasus ini,” ujar Wafa saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Wafa menjelaskan, pihak kepolisian sebenarnya telah berulang kali memberikan imbauan keras kepada para petani dan masyarakat agar tidak memanfaatkan arus listrik untuk membasmi hama tikus di sawah.

Upaya preventif juga rutin digelar melalui sosialisasi yang melibatkan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) di 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.

“Kami kerap kali melakukan sosialisasi lewat petugas jajaran Polsek di seluruh Bojonegoro,” kata Wafa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *