SURYA.CO.ID, MADIUN – BPBD Kabupaten Madiun bergerak cepat memetakan kawasan rawan kekeringan seiring ancaman fenomena Gorila El Nino yang memicu kemarau panjang.

Sebanyak 72 titik potensi krisis air bersih yang tersebar di 15 kecamatan kini masuk dalam radar pengawasan ketat petugas.

Langkah mitigasi dini itu diambil guna memastikan pemukiman warga tetap mendapatkan pasokan air saat puncak kemarau melanda.

Meskipun cuaca panas telah melanda, hingga saat ini pihak BPBD belum menerima permintaan pengiriman air bersih dari warga.

“Kalau kekeringan, untuk permintaan air bersih sampai saat ini alhamdulillah belum ada,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto.

“Artinya mungkin masyarakat warga masih bisa tercukupi untuk kebutuhan air bersih,” lanjutnya.

Meski demikian, pihak BPBD terus menjalin koordinasi intensif bersama PDAM untuk memantau ketersediaan air bersih di daerah rawan.

Beberapa kawasan seperti Kecamatan Gemarang dan Kecamatan Madiun mendapat porsi perhatian ekstra dari petugas.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *