Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 30 pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dituntut tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.

Mereka didorong menjadi penggerak perubahan dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III di Ruang Angling Dharma lantai 2, Gedung Pemkab Bojonegoro.

Nurul Azizah mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan. Menurutnya, pengembangan kompetensi dan jenjang karier aparatur bukan hanya persoalan administratif, tetapi menjadi bagian dari persiapan untuk mengemban amanah serta tanggung jawab yang lebih besar.

Ia menekankan, seorang pemimpin harus memiliki komitmen, kesehatan jasmani dan rohani, serta kemampuan berpikir secara matang, terutama ketika mengambil keputusan.

“Ketika mengambil keputusan, emosionalnya harus dikesampingkan. Temperamen boleh ada, tetapi ketika keputusan itu dilakukan, jangan sampai emosi yang mengendalikan. Yang dibutuhkan adalah sehat jiwa dan sehat pikir,” ujar Nurul Azizah.

Ia juga meminta para pejabat bekerja dengan semangat dan hati. Aparatur pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya menyelesaikan pekerjaan rutin, tetapi harus mampu memberikan kontribusi serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam menjalankan pemerintahan, Nurul Azizah juga mengingatkan pentingnya penggunaan data. Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan kebijakan agar program pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *