Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak 14.809 warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Krisis air tersebut bahkan sudah dirasakan warga dari 12 desa di 4 kecamatan wilayah Kabupaten Lumajang.

Akibatnya, warga terdampak sangat bergantung dengan bantuan dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, jumlah titik droping air bersih di wilayah terdampak sudah mencapai 191 titik.

Jumlah tersebut, diprediksi akan terus bertambah seiring dengan banyaknya wilayah yang terdampak kekeringan.

“Kalau prediksi awal itu malah ada 6 kecamatan yang diperkirakan terdampak. Tapi sampai saat ini kita sudah droping di 12 desa dari 4 kecamatan,” ucap Yudhi di Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Sebanyak 14.809 warga yang terdampak kekering setiap harinya sangat bergantung dengan bantuan droping untuk memenuhi kebutuhan air.

Menurut Yudhi, pihaknya selalu rutin melakukan distribusi air ke titik terdampak memakai 4 unit armada tangki.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *