Kabupaten Malang, blok-a.com – Sosialisasi program Bongkar Ratoon terus diperluas untuk mengejar target pengembangan tebu di Kabupaten Malang yang meningkat menjadi 10.454 hektare pada 2026. Langkah ini dilakukan dengan menyasar petani yang belum mengetahui program maupun masih terkendala persyaratan pengajuan bantuan.

Sosialisasi digelar di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang pada Rabu (16/9/2026) yang diikuti oleh puluhan petani desa setempat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Mutiara Sari, Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani hingga Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budi Widodo.

“Berkaitan dengan target yang bertambah dari 7.454 ke 10.454, maka semua elemen, termasuk PPL, Korlu, dan siapa pun yang punya kesempatan atau potensi untuk mempercepat, dikerahkan,” kata Syafiq.

Ia menjelaskan, sosialisasi di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, dilakukan karena wilayah tersebut dinilai memiliki potensi lahan tebu yang cukup besar. Namun, jumlah petani yang mengikuti program masih minim, salah satunya akibat kurangnya informasi dan anggapan bahwa persyaratan pengajuan cukup rumit.

Padahal, menurut Syafiq, petani hanya perlu menyiapkan empat dokumen utama untuk mengakses bantuan pemerintah. Persyaratan tersebut meliputi KTP, dokumen kepemilikan atau penguasaan lahan, foto lahan yang dilengkapi geotagging, serta poligon lahan.

“Yang dibutuhkan hanya empat dari petani, yaitu KTP, surat lahannya, foto yang dilengkapi geotagging, sama poligon. Dengan empat syarat itu, petani sudah berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Program Bongkar Ratoon merupakan upaya pemerintah untuk mendukung target swasembada gula pada 2028. Melalui program tersebut, tanaman tebu yang sudah berusia lebih dari 10 tahun atau mengalami penurunan produktivitas didorong untuk diremajakan.

Bantuan yang diberikan berupa benih tebu gratis dan biaya tenaga kerja atau HOK. Syafiq menyebut bantuan HOK mencapai Rp4 juta per hektare dengan kebutuhan penanaman sebanyak 60.000 mata tebu per hektare.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *