
Blitar (beritajatim.com) – Bursa Pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2031 dipastikan berlangsung sengit lewat pertarungan dua figur strategis daerah.
Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua Umum KONI, Elim Tyu Samba, resmi ditantang oleh Kepala Inspektorat Pemkot Blitar, Ratih Dewi Indarti, dalam perhelatan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) mendatang.
Hingga penutupan pendaftaran pada Rabu (16/9/2026), Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI mengkonfirmasi hanya ada 2 nama yang menyerahkan berkas pendaftaran di Sekretariat TPP, Markas PABBSI Kota Blitar.
Elim Tyu Samba datang membawa modal dukungan mayoritas dari para pengurus cabang olahraga. Perempuan yang akrab disapa Mbak Eli ini mengklaim telah mengantongi dukungan resmi dari 29 cabor saat menyerahkan formulir pendaftaran sekitar pukul 13.00 WIB.
“Alhamdulillah tadi kita didukung 29 cabor. Motivasi saya murni dari nurani untuk memajukan daerah sendiri, desane dewe, kampunge dewe. Elemen olahraga ini sangat penting untuk nama baik Kota Blitar, dan harapannya melalui KONI kita bisa memaksimalkan atlet-atlet untuk berprestasi secara maksimal,” ujar Elim.
Di sisi lain, Ratih Dewi Indarti mengusung gagasan pembaruan yang cukup tajam. Mengantongi dukungan awal 12 cabor yang berpeluang bertambah hingga 14 cabor, Ketua Umum Cabor Muay Thai Indonesia Kota Blitar sejak 2019 ini menawarkan janji reformasi total alokasi dana hibah KONI sebesar Rp2,8 miliar.
Ratih menyoroti skema belanja hibah saat ini yang dinilai kurang berpihak pada pembinaan atlet, di mana 30 persen dana terserap untuk operasional pengurus dan 70 persen sisanya dibagi rata ke 45 cabor. Jika terpilih, Ratih berjanji memangkas porsi operasional pengurus menjadi tinggal 10 persen, sehingga 90 persen anggaran dapat dialokasikan langsung ke cabor-cabor.
“Kalau memang itu aspirasi cabor dan menjadi sarana meningkatkan prestasi olahraga di Kota Blitar, akan kita lakukan perubahan skema belanja dana hibah,” tegas Ratih.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber