
Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Rizal Octavian menegaskan pentingnya peran pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Usia dini merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Pendopo Graha Majatama. Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI kali ini mengusung tema ‘Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD’.
Berbagai afirmasi positif yang diberikan oleh pendidik maupun keluarga pada fase tersebut dinilai dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter anak hingga dewasa. “Anak-anak usia dini adalah generasi emas yang menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, peran pendidik PAUD sangat mulia dan strategis,” ungkapnya, Rabu (16/9/2026).
Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi penguat semangat para pendidik PAUD untuk terus mengabdikan diri sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Mas Wabup (sapaan akrab, red) juga memberikan apresiasi terhadap pengabdian para guru PAUD yang selama ini turut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan anak.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara HIMPAUDI dan pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai masukan dari para pendidik PAUD diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan yang dihadapi di lapangan.
“Di masa mendatang mohon diberi masukan-masukan ataupun juga pandangan yang lainnya untuk memberikan kesejahteraan untuk panjenengan semuanya,” katanya.
Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Mojokerto, Aslikhah Azis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendidik PAUD yang telah mendedikasikan diri untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Mojokerto. Ia menyebut sebanyak 1.476 pendidik PAUD di Kabupaten Mojokerto selama ini terlibat dalam perjuangan pendidikan anak usia dini.
“1.476 pendidik sekabupaten Mojokerto telah mendedikasikan dalam perjuangan pendidikan anak usia dini, perjuangan butuh pengorbanan, yakinlah tidak ada yang sia-sia dalam setiap langkah yang baik,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber