:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-D-DPRD-Jatim-Harisandi-Savari-saat-ditemui-di-sela-kegiatan-di-Surabaya-2026.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Kemunculan gas dari sumur bor warga di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, belum dapat dipastikan jenis maupun sumbernya.
Kondisi tersebut mendorong Komisi D DPRD Jawa Timur meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur melakukan verifikasi teknis langsung di lokasi.
Semburan air bercampur lumpur dilaporkan muncul ketika pengeboran mencapai kedalaman sekitar 40 meter dan disertai bau menyengat.
DPRD Jatim mengingatkan kemunculan gas tersebut tidak boleh langsung disimpulkan sebagai indikasi cadangan migas ekonomis sebelum melalui pemeriksaan ilmiah.
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Harisandi Savari, menjelaskan, aspek keselamatan warga harus menjadi prioritas sebelum ada kepastian teknis dari instansi berwenang.
“Saya meminta agar respons ESDM Jatim tidak berhenti pada pemeriksaan administratif atau pengambilan sampel saja,” kata Harisandi yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Madura ini, dalam penjelasannya, Kamis (17/9/2026).
Terlebih, informasi awal menyebut adanya semburan air yang disertai bau gas dari sumur tersebut.
Misalnya, menyalakan api di sekitar lokasi atau melanjutkan pengeboran sebelum ada kepastian mengenai karakter gas tersebut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber