Blitar (beritajatim.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar resmi menjalin Kerja Sama Antar Daerah (KSD) dengan Pemkab Sumenep untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan strategis. Kerja sama tersebut difokuskan pada pemenuhan dan kelancaran rantai pasok telur ayam.

Sehari setelah penandatanganan, Rijanto menjelaskan bahwa Kabupaten Blitar memiliki keunggulan komparatif sebagai sentra peternakan ayam petelur tingkat nasional. Menurutnya, potensi produksi telur di Blitar dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah mitra.

“Produksi telur ayam di Blitar mencapai 263.177.288 kg atau rata-rata 721 ton per hari. Potensi besar ini siap kami optimalkan untuk menopang kebutuhan pangan di daerah mitra,” ujar Rijanto pada Jumat (18/9/2026).

Melalui kerja sama perdagangan tersebut, Pemkab Blitar berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan telur ke Kabupaten Sumenep. Kerja sama dinilai strategis karena kondisi geografis Sumenep yang memiliki wilayah kepulauan membutuhkan kepastian distribusi pangan.

Kelancaran pasokan diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan telur sekaligus mengantisipasi tekanan harga akibat gangguan distribusi. Dengan kerja sama antardaerah, rantai pasok dari sentra produksi menuju daerah konsumen diharapkan menjadi lebih terjamin.

Rijanto berharap kemitraan bisnis antardaerah tersebut dapat menciptakan hubungan komersial yang saling menguntungkan sekaligus memangkas hambatan logistik pangan.

“Kami berharap arus distribusi barang makin lancar, harga komoditas pangan strategis di masyarakat tetap stabil, dan angka inflasi di kedua daerah dapat terkendali dengan baik,” pungkasnya. [owi/beq]

document.getElementById(“comment”).setAttribute( “id”, “af49d89785189b1b9f867ace918611e3” );document.getElementById(“f98b4317b4”).setAttribute( “id”, “comment” );

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *