Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
SURABAYA – Penanganan temuan ratusan titik sumur bor air warga yang mengeluarkan minyak bumi dan gas di Kabupaten Bangkalan, Madura, memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong agar proses verifikasi teknis yang kini berjalan tetap mengedepankan aspek keselamatan lingkungan dan sosialisasi transparan kepada warga lokal.
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jatim, H. Muhammad Nasih Aschal, menegaskan bahwa fenomena terungkapnya ratusan potensi migas di pemukiman warga tersebut memerlukan pencermatan dan kajian yang matang sebelum diputuskan langkah pemanfaatannya.
”Jangan sampai nanti dengan adanya pemboran atau pengelolaan itu malah akan menimbulkan kerusakan-kerusakan dari sisi lingkungannya. Di sini kami perlu mengingatkan agar aspek lingkungan hidup tetap menjadi prioritas utama,” ujar pria yang akrab disapa Ra Nasih saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Senin (28/9/2026).
Politisi asal Bangkalan ini juga menyoroti potensi risiko luapan maupun bahaya gas berbahaya seperti halnya peristiwa luapan skala besar yang pernah terjadi di daerah lain. Menurutnya, evaluasi menyeluruh atas tekanan serta karakteristik hidrokarbon sangat mendesak dilakukan oleh tim ahli.
”Harus ada kajian yang mendalam tentang bagaimana sumber itu, kekuatannya seberapa besar. Nanti ketika penanganannya dilakukan, semua sudah berbasis hasil studi teknis yang presisi. Yang terpenting, masyarakat perlu tahu hasil kajian tersebut melalui sosialisasi langsung agar tidak menimbulkan keresahan,” tutur legislator dari Daerah Pemilihan Madura tersebut.
Di sisi lain, Ra Nasih menguraikan bahwa jika mitigasi risiko keselamatan dan lingkungan dapat terjamin, kehadiran sumber daya alam ini diharapkan bisa berdampak positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Madura.
”Kebutuhan paling mendesak di Madura hari ini adalah pembangunan infrastruktur. Jika pengelolaan ini berjalan baik, kita berharap infrastruktur yang dibangun tidak hanya menghubungkan antar-sumur, tetapi juga menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat agar kesejahteraan warga turut tumbuh,” tambahnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber