Jember (beritajatim.com) – Sejumlah perwakilan pedagang kaki lima mendatangi gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026). Mereka menyoroti rencana renovasi alun-alun menjadi taman di Kecamatan Puger.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Puger Muhammad Devi sudah pernah membahas rencana perbaikan alun-alun dengan pemerintah kecamatan. “Yang pasti kami dari paguyuban pedagang kaki lima di Puger sangat menyetujui dan memberi apresiasi sebesar-besarnya atas program tersebut,” katanya.

Enam puluh enam PKL yang berdagang di sisi barat Alun-alun Puger hanya berharap tidak direlokasi dan bisa tetap berjualan di sana. pemerintah juga diharapkan memperhatikan ukuran lapak yang akan digunakan PKL seteah renovasi selesai.

“Saat pembahasan di kantor kecamatan, lapak untuk pedagang direncanakan berukuran 2,5 meter. Itu tidak mencukupi untuk pelaku UMKM di sana. Kami minta kalau bisa tiga sampai empat meter,” kata Devi.

Lukman, seorang pedagang nasi goreng, berharap pembangunan alun-alun itu tidak merugikan para pelaku UMKM. Dia mendengar informasi para pedagang akan direlokasi ke satu tempat di sisi timur.

“Jadi (lapak) berhadap-hadapan. Kami tidak setuju. Silakan bangun Alun-alun Puger, namun tinjau dulu apakah itu merugikan kami atau tidak,” katanya.

Renovasi alun-alun itu diperkirakan berjalan dalam waktu lama. Oleh sebab itu Lukman meminta pemerintah menyediakan lokasi berdagang sementara. “Sebelum peletakan batu pertama, kami sudah disiapkan lahan atau tempat berjualan hingga renovasi selesai.

Lukman berharap anggota DPRD Jember bisa memperjuanjgkan para PKL agar bisa tetap berjualan di Alun-alun Puger. “Saya pedagang nasi goreng di depan Indomaret. Monggo menawi para anggota DPR ingin mampir. Insyaallah gratis. Pokok enggak digusur,” katanya tertawa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *