/data/photo/2020/11/02/5f9fe72b778c8.jpg)
MALANG, KOMPAS.com – Sejumlah atlet pelajar dari kontingen Kota Malang terancam mengeluarkan biaya mandiri saat mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Arif Try Sastiawan mengatakan, Pemerintah Kota Malang mengalami keterbatasan anggaran untuk mengirimkan atlet Popda Jatim.
Jumlah tersebut, kata Arif, hanya bisa memberangkatkan 200 atlet dan 30 ofisial. Sedangkan, usulan dari 28 cabang olahraga (cabor) untuk gelaran Popda sebanyak 423 atlet.
“Karena keterbatasan ini saya minta cabor mengusulkan nama-nama atlet terbaik yang berpotensi mendulang emas,” kata Arif melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026).
Menurut Arif, nama-nama atlet yang dibiayai Pemkot Malang diusulkan oleh masing-masing cabor dengan melampirkan sertifikat prestasi yang pernah dicapai.
“Jadi seleksinya bukan kita, tapi cabor sendiri, mereka lebih tahu mana atlet terbaiknya, setelah nama diusulkan kita verifikasi lagi bukti-bukti atlet tersebut berprestasi melalui sertifikat prestasi dan sebagainya,” jelasnya.
Kebijakan membatasi jumlah atlet yang akan diberangkatkan, kata Arif, sudah disepekati bersama oleh Dispora dan 28 cabor peserta Popda.
Namun, belakangan ada salah satu wali atlet yang meminta anaknya tetap diberangkat untuk mengikuti ajang Popda.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber