
KONTEKS.CO.ID – Tragedi keracunan massal yang diduga berasal dari paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kini resmi memasuki ranah penyelidikan kepolisian.
Personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri bergerak cepat mengusut penyebab utama ratusan santri dan siswa sekolah dilarikan ke rumah sakit.
Tercatat sebanyak 556 orang dari Pondok Pesantren Mambaul Hikam serta beberapa sekolah di sekitarnya mendadak mengalami gejala keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa 1 September 2026.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah mengumpulkan data serta menguji sampel makanan di laboratorium untuk memetakan ada tidaknya unsur pidana atau kelalaian dalam proses pengolahan makanan.
“Tim Laboratorium Forensik Polri juga telah melakukan pemeriksaan. Apabila ada indikasi kelalaian yang mengakibatkan pelanggaran hukum maka polisi akan menindaklanjutinya,” ujar Kombes Jules Abraham Abast saat memberikan konfirmasi resmi pada Rabu 2 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan bahwa hingga kini mayoritas korban mengalami pusing, mual, muntah, hingga diare akut.
“Sampai saat ini masih ada 88 orang yang masih dirawat,” kata Lakhsmie memaparkan kondisi terkini para pasien yang menjalani rehidrasi cairan tubuh di rumah sakit.
Korban tercatat tidak hanya berasal dari Ponpes Mambaul Hikam, tetapi juga merembet ke siswa di sekolah sekitar Tanggulangin seperti SDN Kalitengah 1, SDN Kalitengah 2, dan SMP Tri Bakti.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber