Eko Setiawan Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi dan Lembaga Diskominfo Jawa Timur mengatakan, perubahan dunia digital membuat siapa saja sekarang, bisa menjadi penyebar informasi. Akibatnya, masyarakat tidak lagi sekadar menghadapi kelebihan informasi, tetapi sudah mengalami banjir informasi.

“Sekarang itu, kan, many to many. Siapa pun bisa menjadi media, siapa pun bisa menyebarkan informasi,” kata Eko dalam Talkshow Digitalk Suara Surabaya, Sabtu (5/9/2026).

Karena itu, masyarakat perlu membangun sikap kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.

“Ketika ada informasi yang diterima, jangan langsung dipercaya. Berhenti dulu, tunggu sebentar, direnungi atau bila perlu konfirmasi dulu, cek dulu,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, platform digital juga memiliki berbagai fitur yang dirancang untuk membuat pengguna bertahan lebih lama, seperti infinite scroll dan autoplay. Sementara algoritma, mempelajari kebiasaan pengguna dari apa yang dilihat, diklik, dibagikan, maupun dikomentari.

Kondisi bisa membuat seseorang terus menerima informasi yang sesuai dengan kebiasaannya, sehingga seolah-olah pandangannya selalu benar.

“Mampukah kita memilah informasi, mampukah kita merdeka dari algoritma. Itu kembali ke penggunanya tadi,” ujarnya.

Karena itu, Eko menekankan bahwa sekadar melek digital belum cukup. Masyarakat perlu bersikap skeptis ketika menerima informasi di media sosial.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *