
Jakarta, IDN Times – Media sosial diramaikan dengan informasi meninggalnya 12 orang santri di Sidoarjo, Jawa Timur, yang tewas karena keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi tersebut mulanya diunggah oleh pemilik akun @cocotedemit yang turut memantik reaksi warganet. Unggahan tersebut juga disertai dengan tangkapan layar yang memperlihatkan sejumlah ambulans berada di jalan.
“Info ter-update!!! 12 orang meninggal dunia karena keracuna MBG di Sidoarjo,” demikian keterangan tersebut, dikutip IDN Times, Sabtu (5/9/2026).
Faktanya, memang terjadi kasus keracunan MBG yang terjadi di pondok pesantren Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang menuai perhatian publik pada Selasa (1/9/2026). Pasalnya ratusan santri harus dilarikan ke rumah sakit karena keracunan.
Data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo hingga Kamis (3/9/ 2026), tercatat sebanyak 746 pasien yang mengalami keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Otoritas kesehatan Sidoarjo masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien yang menjalani perawatan serta perkembangan kasus keracunan makanan tersebut.
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membantah kabar yang menyebutkan ada santri meninggal dunia dalam peristiwa itu. Berdasarkan penelusuran awal ke BGN, tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
“Ini sedang saya pastikan ke BGN. Kami tanyakan ke BGN tidak ada info soal santri yang meninggal dunia,” kata Emil saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber