
Ponorogo (beritajatim.com) – Trafo listrik milik PLN di wilayah Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, dicuri di tepi Jalan Ponorogo-Pacitan, tepatnya di Dukuh Krajan. Aksi tersebut diduga berlangsung pada tengah malam dan baru diketahui setelah jaringan listrik di sejumlah wilayah sekitar lokasi mengalami pemadaman cukup lama.
Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, mengatakan pencurian diduga terjadi sekitar tengah malam. Sejumlah warga bahkan sempat melihat beberapa orang berada di sekitar lokasi trafo. Namun, keberadaan mereka tidak menimbulkan kecurigaan karena warga mengira orang-orang tersebut merupakan petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan jaringan.
Saat itu, sejumlah titik di wilayah tersebut memang sedang mengalami pemadaman listrik sehingga aktivitas beberapa orang di sekitar tiang listrik dianggap sebagai pekerjaan teknis biasa.
“Kejadiannya itu kemarin atau malam Jumat, sekitar pukul 12.00 malam. Karena waktu itu, ada anak-anak yang lewat, ada orang di lokasi trafo tersebut. Nah, anak-anak pikir itu dari pihak PLN yang mengadakan perbaikan,” kata Siswanto, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Siswanto, orang-orang yang berada di lokasi juga membawa sebuah kendaraan. Beberapa di antaranya bahkan terlihat berada di atas tiang listrik. Kondisi tersebut semakin membuat warga tidak menaruh curiga karena aktivitas itu dinilai menyerupai pekerjaan petugas PLN.
“Kebetulan ada beberapa anak yang sempat lewat. Karena di situ juga ada mobil, terus beberapa orang itu di atas tiang,” ungkapnya.
Siswanto memperkirakan aksi pencurian dilakukan lebih dari empat orang. Dia menduga para pelaku memiliki kemampuan khusus karena trafo yang dicuri berukuran besar dan berada di atas tiang listrik. Proses menurunkan trafo tersebut dinilai membutuhkan kemampuan serta tenaga yang tidak sedikit.
“Lebih dari 4 orang, krena membawa atau menurunkan trafo yang mungkin beratnya itu di atas 3 ton, itu tidak mungkin kalau cuma 3 atau 4 orang saja,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber