:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Asal-Usul-Gunung-Anak-Krakatau-yang-Kini-Erupsi-hingga-Berdampak-ke-Penerbangan-Surabaya-Jakarta.jpg)
SURYA.co.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda memunculkan pertanyaan di kalangan netizen: apakah abu vulkanik dari gunung tersebut bisa terbawa angin hingga Surabaya, Jawa Timur?
Pertanyaan itu muncul setelah sebaran abu vulkanik terpantau mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan informasi tersebut diperoleh dari gabungan pemantauan aktivitas vulkanik dan kondisi atmosfer.
Data itu berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia, informasi Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Berdasarkan gabungan informasi erupsi dan aktivitas vulkanik dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia, informasi VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung, dan Bengkulu,” kata Lana Saria di Bandung, Jawa Barat, Minggu, dikutip SURYA.co.id dari ANTARA News.
Secara ilmiah, abu vulkanik dapat berpindah sangat jauh dari sumber erupsi, sehingga wilayah yang berada jauh dari Gunung Anak Krakatau tidak otomatis terbebas dari kemungkinan terdampak.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini dipastikan akan mencapai Surabaya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber