jatimnow.com – Goresan tinta hitam perlahan membentuk lengkungan huruf Arab di atas kanvas. Setiap tarikan pena dibuat penuh perhitungan, menghasilkan rangkaian kaligrafi yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna.

Pemandangan tersebut mewarnai Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).

Di tengah momentum peringatan satu abad Pondok Gontor, seni kaligrafi menjadi jembatan yang mempertemukan santri, guru, seniman hingga kaligrafer dari sejumlah negara ASEAN.

Mereka berkumpul dalam Festival Kaligrafi Internasional yang digelar selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (8-10/9/2026).

Mengusung tema “Menulis Peradaban, Merawat Warisan, Menuju Abad Kedua Gontor”, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan para pencinta kaligrafi, berbagi pengetahuan, memperkenalkan karya, sekaligus menjaga keberlangsungan seni tulis indah Arab di tengah perkembangan zaman.

Pembukaan festival berlangsung di New Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) PMDG. Sejumlah kaligrafer, seniman, santri, guru dan alumni turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dua maestro kaligrafi nasional, Dr. KH Didin Sirojuddin Abdul Razaq, M.Ag., dan Drs. Syaiful Adnan, juga hadir dalam festival tersebut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *