jatimnow.com – Bupati Jember, Muhammad Fawait meninjau antrean BBM di sejumlah SPBU. Antrean pembelian BBM ini menjadi pemandangan sehari-hari di wilayah Jember. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menyatakan masih ada kecamatan yang belum memiliki SPBU.

Gus Fawait menyampaikan penyebab terjadinya antrean panjang di Jember akibat terkendala kemacetan yang terjadi di Ketapang Banyuwangi, hingga menyebabkan pasokan BBM tersendat.

“Kendala di jalan seperti perbaikan fasilitas atau kemacetan lalu lintas berimbas langsung pada keterlambatan BBM sampai di SPBU. Sebagai tindakan darurat, pasokan BBM tambahan langsung disalurkan demi memangkas antrean,” ujarnya, Selasa (8/9/2026) malam.

Mengantisipasi masalah serupa berulang, Pemkab Jember menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya berkoordinasi dengan Pertamina pusat untuk membuka jalur pasokan cadangan.

“Selama ini, kebutuhan BBM di Jember bergantung penuh pada suplai tunggal dari depo Banyuwangi. Kami mendorong hadirnya jalur distribusi alternatif dari wilayah seperti Malang atau Surabaya,” ujarnya.

Gus Fawait menyebut, pola distribusi ganda ini sebelumnya dinilai sukses menjaga stabilitas pasokan LPG saat terjadi kemacetan di jalur antarkota. Tak hanya fokus pada rute pengiriman, Gus Fawait juga menyoroti ketimpangan sebaran SPBU di Jember.

“Pemetaan Pemkab menunjukkan masih ada sejumlah kecamatan yang belum memiliki SPBU resmi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor untuk membangun SPBU di daerah terpencil,” tambahnya.

Keberadaan SPBU baru diyakini akan berdampak pada lapangan kerja baru dan tentu terhadap perekonomian juga.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *