:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Praktek-digitalisasi-naskah-keislaman.jpg)
Sebagian bahkan telah dimakan usia. Namun di balik tulisan yang tersimpan di atas kertas itu, ada jejak pemikiran, pengetahuan, dan perjalanan intelektual para ulama yang tidak ternilai.
Jika lembaran itu rusak, bukan hanya sebuah benda yang hilang. Sebagian dari ingatan tentang masa lalu dan pengetahuan yang pernah diwariskan juga berisiko ikut lenyap.
Kesadaran itulah yang mendorong Museum dan Cagar Budaya Unit Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (MINHA) di Jombang untuk terus mengenalkan pentingnya pelestarian naskah keislaman.
Salah satunya melalui kegiatan Digitalisasi Naskah Keislaman bertajuk “Merekam Ingatan, Menjaga Pengetahuan”, Jumat (4/9/2026) kemarin.
Kegiatan yang berlangsung di lantai tiga MINHA sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB itu mempertemukan mahasiswa dan mahasantri dari sejumlah perguruan tinggi serta pondok pesantren di Jawa Timur.
Bagi mereka, naskah lama tidak sekadar peninggalan yang disimpan di lemari atau ruang koleksi.
Naskah adalah pintu untuk memahami bagaimana pengetahuan Islam diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kepala Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, Mujiburrohman mengatakan, usia menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keberlangsungan naskah-naskah peninggalan ulama.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber