SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI – Fenomena puluhan warga usia muda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menderita gagal ginjal stadium lima hingga harus rutin menjalani cuci darah menjadi sorotan serius Dinas Kesehatan (Dinker) setempat.

Berdasarkan data dari empat rumah sakit daerah, terdapat 28 kasus pasien gagal ginjal yang berusia di bawah 30 tahun atau menyumbang sekitar 8,5 persen dari total seluruh penderita.

Pihak dinas pun mendesak masyarakat untuk mengevaluasi pola hidup sehari-hari mengingat angka kasus pada kelompok usia muda ini mengalami peningkatan yang terbilang signifikan.

Data yang dihimpun dari empat rumah sakit di Banyuwangi—yakni RSUD Blambangan, RSUD Genteng, RS Al Huda, dan RS Bhakti Husada—menunjukkan terdapat lebih dari 300 warga yang menderita gagal ginjal.

“Yang memprihatinkan dan perlu diwaspadai, ada 28 kasus yang usianya kurang dari 30 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, Sabtu (12/9/2026).

Secara persentase, Amir menyebut jumlah pasien cuci darah usia muda mencapai sekitar 8,5 persen dari total seluruh pasien.

Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil observasi petugas kesehatan, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan kelompok usia muda di Banyuwangi menderita gagal ginjal hingga harus menjalani perawatan cuci darah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *