Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya mencegah kebakaran di lingkungan sekolah dilakukan Damkar Ponorogo dengan mengecek alat proteksi kebakaran di SMKN 2 Ponorogo. Pemeriksaan tersebut menyasar alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di sejumlah bangunan sekolah. Selain mendata jumlah APAR, petugas juga melakukan inspeksi terhadap kondisi peralatan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sarana proteksi kebakaran di sekolah dapat digunakan saat kondisi darurat.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan kebakaran. Petugas tidak hanya memeriksa APAR, tetapi juga mendata berbagai alat proteksi kebakaran yang ada di lingkungan sekolah. Menurutnya, pengecekan penting dilakukan karena SMKN 2 Ponorogo memiliki cukup banyak bangunan dan ruang praktik.

“Kehadiran teman-teman Damkar di SMKN 2 Ponorogo ini, dalam rangka kegiatan pencegahan kebakaran di Ponorogo,” kata Bambang, Jumat (18/9/2026).

Dalam pemeriksaan itu, Damkar Ponorogo mendata sekaligus menginspeksi peralatan proteksi kebakaran. Bambang menyebut kebutuhan alat tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan jumlah ruangan yang ada. Setiap ruang kelas idealnya memiliki sedikitnya satu APAR. Sementara untuk area yang memiliki potensi risiko lebih tinggi, seperti dapur, diperlukan sistem proteksi tambahan.

“Jadi ini melakukan pendataan. Pendataan alat proteksi kebakaran, kemudian juga kita lakukan inspeksi peralatan kebakaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pihak sekolah. Di antaranya pemasangan alat deteksi kebakaran seperti alarm dan sprinkler di area dapur. Selain itu, sekolah juga didorong memiliki ground tank dan hidran sebagai bagian dari sistem proteksi kebakaran.

Dari hasil pemeriksaan, Damkar Ponorogo menemukan sebagian APAR di SMKN 2 Ponorogo akan kedaluwarsa. Namun, masih terdapat sejumlah APAR yang kondisinya dinilai baik. Bambang menyebut total ada 13 APAR yang didata dalam pemeriksaan tersebut. Jumlah itu dinilai masih belum sebanding dengan banyaknya bangunan yang berada di lingkungan SMKN 2 Ponorogo.

“APAR, tadi ada sebagian yang kondisinya expired, tapi juga masih banyak yang dalam kondisi baik, ya,” jelas Bambang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *