Probolinggo (beritajatim.com) – Iming-iming cuan dari investasi serbuk kayu atau sodas berujung keresahan bagi seorang guru madrasah aliyah (MA) di Kabupaten Probolinggo. Saifudin, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, mengaku telah menyetor modal Rp18 juta.

Investasi itu mulai diikutinya sejak Agustus 2026. Namun, bukan keuntungan yang diterima, Saifudin justru mengaku hingga kini belum pernah mendapat pencairan hasil investasi sepeser pun.

Padahal, skema yang ditawarkan terbilang menggiurkan. Setiap satu truk sodas disebut bisa memberikan bagi hasil Rp350 ribu hanya dalam tempo 10 hari.

Jika menginvestasikan 10 truk, keuntungan yang dijanjikan mencapai Rp3,5 juta dalam 10 hari.

“Saya sudah menaruh modal Rp18 juta. Informasinya investasi sodas atau serbuk kayu. Bagi hasilnya Rp350 ribu per 10 hari untuk satu truk,” kata Saifudin.

Saifudin mengaku mengetahui investasi tersebut dari M Taofani Setyawan, warga Bulu, Kecamatan Kraksaan. Taofani disebut bukan orang asing baginya. Sebab, sebelum menjadi teman, Taofani pernah menjadi murid Saifudin.

Ketertarikan itu kemudian berujung pada penyerahan modal. Saifudin berharap investasi tersebut berjalan sesuai skema yang ditawarkan.

Namun kenyataannya berbeda. Sejak modal diserahkan pada Agustus, tidak ada hasil investasi yang masuk ke tangannya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *