Ngawi (beritajatim.com) – Bengawan Solo di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadi perhatian warga setelah hamparan bunga enceng gondok menutupi aliran sungai sepanjang lebih dari satu kilometer. Fenomena yang muncul saat musim kemarau ini viral di media sosial sejak sepekan terakhir dan menarik pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan pemandangan tersebut secara langsung.

Hamparan bunga itu berada di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Pemandangan tak biasa tersebut terlihat ketika debit air sungai menyusut akibat kemarau panjang, sehingga enceng gondok yang tumbuh di sepanjang aliran sungai tampak berbunga dan membentuk hamparan menyerupai permadani di antara bebatuan.

Rekaman udara menggunakan drone yang beredar di media sosial memperlihatkan luasnya hamparan bunga tersebut. Pemandangan yang tidak biasa itu memancing rasa penasaran masyarakat untuk datang ke lokasi, menikmati suasana sungai, sekaligus mengabadikan fenomena musiman tersebut.

Sore hari menjelang matahari terbenam menjadi waktu favorit pengunjung untuk mendatangi lokasi. Selain menikmati pemandangan, mereka memanfaatkan hamparan bunga enceng gondok sebagai latar belakang untuk berswafoto.

Salah seorang pengunjung, Alya Syaifa Nur Hafizzah, mengatakan banyaknya bunga enceng gondok yang bermekaran menjadi daya tarik tersendiri. Menurut dia, kawasan tersebut semakin ramai setiap sore karena didatangi pengunjung dari berbagai daerah.

“Karena banyak tumbuh bunga enceng gondok, tumbuh kalau kemarau aja. Tiap sore ramai, datang dari mana-mana,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Eka Wulandari, mengaku tertarik datang setelah fenomena tersebut viral di media sosial. Kondisi sungai yang mengering saat kemarau membuat hamparan bunga terlihat semakin mencolok.

“Berdatangan karena viral bunga itu. Kan ini musim kemarau, sungai mengering, akhirnya tertutup bunga ini,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *