
Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melantik Shanty Octavia Utami sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Jawa Timur periode 2026-2031, Senin (26/10/2026). Pelantikan tersebut juga mencakup pengurus 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKLI se-Jawa Timur.
Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Hayam Wuruk, lantai 8 Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Momentum ini diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peran APKLI dalam pemberdayaan pedagang kaki lima sebagai bagian dari pilar ekonomi kerakyatan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong kesinambungan dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan pedagang kaki lima sebagai bagian dari pilar ekonomi kerakyatan,” kata Shanty Octavia Utami kepada wartawan.
Di bawah kepemimpinan Shanty, kepengurusan baru APKLI Jawa Timur diharapkan membangun organisasi yang solid, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya. Cakupan kepengurusan hingga 38 kabupaten/kota menjadi modal untuk memperkuat komunikasi antara pedagang kaki lima dan pemerintah daerah.
Hubungan kelembagaan antara APKLI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama ini terjalin melalui berbagai kegiatan dan program pemberdayaan. Pemerintah daerah juga mendorong pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kaki lima, untuk memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan daya saing, dan memperluas akses pasar.
Pemberdayaan UMKM dan pedagang kaki lima tidak hanya membutuhkan penguatan organisasi, tetapi juga dukungan nyata agar pelaku usaha dapat berkembang. Kebutuhan tersebut meliputi legalitas usaha, akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi pemasaran, serta penyediaan ruang usaha yang tertib dan layak.
“Pelantikan pengurus periode 2026-2031 diharapkan tidak berhenti pada penguatan struktur organisasi semata, tetapi juga menjadi awal lahirnya program-program nyata yang memberi manfaat bagi pedagang kaki lima,” jelasnya.
APKLI Jawa Timur diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pedagang dan kebijakan pemerintah. Melalui komunikasi kelembagaan dan kerja sama lintas daerah, organisasi ini berpeluang mendorong program pendampingan usaha yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi pedagang kaki lima.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber