BANYUWANGI – Upaya memperkuat sektor industri sekaligus mendongkrak iklim investasi di Kabupaten Banyuwangi memasuki babak penting. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Banyuwangi resmi merampungkan tahap finalisasi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Tahun 2026–2046.

Rapat finalisasi yang berlangsung pada Selasa (6/10/2026) itu dihadiri anggota Pansus dari lintas fraksi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Wawan Yahmadi, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Aang Muslimin Susiawan, beserta jajaran.

Ketua Pansus pembahasan Raperda RPIK DPRD Banyuwangi, Arvy Rizaldy, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa dalam pembahasan akhir tersebut, seluruh anggota Pansus dan pihak eksekutif telah sepakat menyempurnakan seluruh materi beserta lampiran yang termuat dalam Raperda.

 “Finalisasi pembahasan Raperda RPIK dilakukan setelah kami dan eksekutif menelaah kembali penyempurnaan materi raperda dimaksud,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

 Arvy memastikan bahwa seluruh poin esensial dalam Raperda RPIK yang mencakup IX BAB dan 15 Pasal telah dibahas secara mendalam. Regulasi ini juga memuat landasan hukum yang kuat, baik bagi perangkat daerah maupun para pemangku kepentingan lainnya.

 Selain itu, pembentukan regulasi RPIK Banyuwangi tahun 2026–2046 ini dimaksudkan untuk memberikan arah, landasan, serta kepastian bagi pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat. Tujuannya agar pembangunan industri di Bumi Blambangan dapat berjalan terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

 Raperda  ini dirancang untuk menjadi pedoman perumusan kebijakan, program, serta kegiatan pembangunan industri daerah secara terkoordinasi, sekaligus mendorong pengembangan industri unggulan daerah yang berdaya saing dan selaras dengan pembangunan industri nasional.

 Dari sisi tujuan, Perda RPIK ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan dan kontribusi sektor industri terhadap perekonomian kabupaten. Peningkatan nilai tambah komoditas melalui hilirisasi, penguatan volume, varian, hingga nilai ekspor produk lokal juga menjadi target utama.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *