
Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur mendorong Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan SMA dan SMK.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim menekankan, FBKK harus mengambil peran strategis sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga sekolah memiliki akses terhadap informasi dan dunia kerja.
“Harapannya semakin banyak jejaring kerja yang dapat dibangun, semakin luas kemitraan yang bisa dijalin, dan semakin terbuka peluang kerja bagi murid-murid kita. Jangan sampai murid sudah lulus, memiliki kompetensi, tetapi tidak mendapatkan informasi maupun akses untuk memasuki dunia kerja. Di sinilah peran BKK dan FBKK menjadi sangat penting,” katanya dalam keterangan, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan DUDI berlangsung dinamis seiring dengan adanya perubahan teknologi, kebutuhan tenaga kerja, hingga persaingan pasar kerja yang menuntut sekolah terus menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, ia berharap FBKK tidak sekadar menjadi forum komunikasi antarpengelola BKK, tetapi juga aktif membangun kemitraan dengan perusahaan, asosiasi industri, lembaga pelatihan, serta berbagai mitra strategis yang berpotensi membuka kesempatan kerja bagi lulusan.
“Semakin banyak jejaring yang dibangun akan semakin besar pula peluang yang dapat diakses oleh murid. Namun, kemitraan tersebut harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret, bukan sekadar penandatanganan kerja sama atau hubungan formal antarlembaga. Harus ada manfaat yang benar-benar dirasakan oleh murid,” ucapnya.
Pihaknya meminta pengelola BKK aktif memetakan mitra industri, memperbarui informasi kebutuhan tenaga kerja, serta menjalin komunikasi dengan perusahaan untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan.
Selain memperluas kemitraan, pihaknya juga mendorong FBKK memperkuat koordinasi dan berbagi informasi antarsekolah agar keberhasilan menjalin kemitraan industri dapat diterapkan lebih luas dan membuka akses kerja yang merata bagi lulusan di Jatim.
Aries menambahkan, jejaring kemitraan juga perlu menjangkau berbagai sektor industri, mulai dari teknologi, manufaktur, otomotif, perhotelan, pariwisata, jasa, hingga sektor ekonomi lainnya, agar memberikan lebih banyak pilihan pekerjaan sesuai potensi dan kompetensi lulusan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber