
Bojonegoro (beritajatim.com) – Geopark Bojonegoro memperoleh persetujuan bulat dari seluruh anggota Dewan UNESCO Global Geopark (UGG) dalam sidang ke-11 yang berlangsung di Paris, Prancis. Hasil tersebut menjadi tahapan penting bagi Bojonegoro untuk meraih pengakuan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengatakan Pemkab Bojonegoro mengikuti jalannya sidang secara daring dari Ruang Batik Madrim.
Helmy menjelaskan, terdapat sejumlah keunggulan yang menjadi poin penilaian positif Dewan UGG terhadap Geopark Bojonegoro. Salah satunya adalah kekayaan geologi yang memiliki nilai internasional, khususnya struktur tektonik dan sejarah petroleum atau perminyakan.
“Ya, keunggulannya di antaranya nilai geologi bertaraf internasional, terutama struktur tektonik dan sejarah petroleum atau perminyakan,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Selain aspek geologi, Geopark Bojonegoro juga dinilai memiliki visibilitas yang baik. Hubungan antara pemerintah dan komunitas dalam pengembangan kawasan geopark turut menjadi poin positif dalam penilaian tersebut.
Dalam sidang itu, Geopark Bojonegoro juga memperoleh green card atau kartu hijau. Status tersebut menjadi indikator hasil evaluasi yang positif, dengan jadwal revalidasi berikutnya empat tahun mendatang.
Meski seluruh anggota Dewan UGG telah menyetujui usulan Geopark Bojonegoro, Helmy menegaskan masih terdapat tahapan lanjutan sebelum status UNESCO Global Geopark dapat disandang secara resmi.
Ia menambahkan, penerbitan dan penyerahan sertifikat pengakuan UNESCO tersebut direncanakan berlangsung pada 2027. Karena itu, hasil sidang Council ini menjadi langkah penting, tetapi belum menjadi penanda bahwa sertifikat resmi telah diterima.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber