MADIUN, KOMPAS.com – Martha Amalia Iflalah (34) baru mengetahui suaminya, DBM (40), memiliki wanita lain setelah pria tersebut membunuh istri siri, DH (30), beserta anak, AGF (4), di Kota Madiun, Jawa Timur.

Diketahui, pembunuhan terhadap DH dan AGF diduga terjadi pada 20 September 2026, atau sekitar 20 hari sebelum DBM mengungkapkan pernikahan sirinya kepada Martha pada 10 Oktober 2026.

“Saya baru mengetahui (hubungan DBM dengan DH) pada 10 Oktober 2026, suami saya hanya menceritakan memiliki wanita lain dan sudah dinikahi siri sejak dua tahun lalu. Saya masih mencerna ada fakta suami saya memiliki hubungan dengan wanita lain yang dibangun di atas rumah tangga kami. Kemudian dia menceritakan istri siri dan anaknya itu hilang,” kata Martha, istri sah DBM, Senin (2/11/2026).

Martha mengungkapkan, pengakuan soal memiliki istri siri disampaikan DBM di teras rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026). Saat itu, suaminya berulang kali meminta maaf sambil menangis dan bersujud di hadapannya.

“Dia minta maaf sambil bersujud-sujud dan menangis kepada saya karena dia punya perempuan lain dan sudah dua tahun sudah dinikah siri,” kata Martha.

Martha mengaku terkejut dan sakit hati setelah mengetahui suaminya memiliki istri siri. Namun, saat itu ia masih berusaha memahami pengakuan DBM, termasuk informasi bahwa perempuan dan anak tersebut dilaporkan hilang.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya bekerja sama dengan DBM dalam pembunuhan DH dan AGF.

“Kalau dinilai saya sakit hati kemudian bekerjasama (membunuh DH dan AGF) dengan suami saya seperti itu maka untuk menerima fakta saya dikhianati dan ternyata saya tidak mengetahui apa pun itu saja saya masih mencerna banyak hal untuk menerima hal itu. Dan sekarang harus berhadapan dengan hal yang besar. Dan semua itu tidak benar (membantu DBM membunuh DH dan AGF),” jelas Martha.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *