GresikSatu | Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan beragam makanan tradisional bercita rasa khas, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang telah mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).

Sejumlah camilan dan jajanan tradisional dari berbagai daerah di provinsi ini dinilai memiliki nilai budaya, sejarah, hingga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa makanan tradisional tidak sekadar berfungsi sebagai santapan, melainkan juga bagian dari identitas budaya masyarakat. Beberapa di antaranya berasal dari Bojonegoro, Madiun, Gresik, Tuban, Lumajang, hingga Ponorogo.

Deretan camilan ini tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern dan menjadi kebanggaan masyarakat daerah asalnya.

Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia diberikan kepada tradisi, pengetahuan, ekspresi budaya, hingga kuliner yang memiliki nilai historis dan diwariskan antargenerasi.

Dalam konteks makanan tradisional, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa sebuah kuliner tidak hanya dinilai dari cita rasanya, tetapi juga dari aspek budaya yang melekat di dalamnya.

Ledre merupakan camilan khas Bojonegoro yang dibuat dari pisang raja, tepung beras, santan, gula, dan telur. Bentuknya menyerupai gulungan tipis dengan tekstur renyah serta aroma pisang yang khas. Ledre ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2021.

Menurut catatan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dikutip gresiksatu.com, ledre pertama kali muncul pada 1943 ketika masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *