
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur selama sepekan ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa terjadi.
“Saat ini sebagian besar wilayah Jatim telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Diperkirakan dalam tujuh hari ke depan akan terjadi cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Taufiq, Selasa (3/11).
Kata Taufiq, cuaca ekstrem itu meliputi hujan sedang hingga lebat, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. Kejadian ini diperkirakan terjadi selama periode 2 hingga 9 November 2026.
“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jatim yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es,” ucapnya.
Setidaknya ada 21 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang diperkirakan terdampak potensi cuaca ekstrem. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, Magetan, Kota Batu, serta wilayah kota dan kabupaten di Pasuruan, Kediri, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Mojokerto.
Lebih lanjut, Taufiq menambahkan cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur dan pola pertemuan angin (konvergensi).
Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber