tvOnenews.com, Banyuwangi – Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar Pradana dan Fina Theia Nafisabilla.
Rasa penasaran publik memuncak setelah bermunculan potongan video kebersamaan mereka yang dibumbui narasi memancing rasa penasaran (clickbait).
Namun, fakta mendalam membuktikan bahwa kehebohan tersebut sama sekali tidak memuat konten negatif maupun asusila.
Kegaduhan ini murni dipicu oleh aksi tak bertanggung jawab akun-akun pemotong (reuploader) yang mengunggah ulang video harian (daily vlog) lama milik pasangan selebgram tersebut.
Dua rekaman yang dipotong mencakup vlog saat keduanya berbincang santai di dalam mobil pada 28 Mei 2026 lalu dari akun resmi mereka @finaegar, serta momen seru saat mereka memasang pin (jibbitz) pada sandal.
Penyebaran video biasa dengan takarir sensasional ini disinyalir sengaja dimanfaatkan untuk mendongkrak algoritma views sekaligus menebar tautan berbahaya (link phishing).
Praktisi Keamanan Siber Muhammad Bella Buay Nunyai menegaskan bahwa fenomena ini merupakan teknik social engineering (rekayasa sosial) klasik yang sangat mengancam keamanan data pribadi masyarakat.
“Ketika sebuah isu viral, pelaku memanfaatkan momentum tersebut dengan membuat narasi penarik klik menuju tautan jebakan. Yang paling berbahaya bukan sekadar mengeklik, melainkan ketika korban terkecoh mengikuti instruksi di halaman tersebut seperti memasukkan username, password, nomor rekening, hingga kode OTP perbankan,” ungkap Muhammad Bella kepada tvOnenews.com.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber