Surabaya, Gesuri.id – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong perluasan layanan transportasi publik Trans Jatim ke sejumlah wilayah yang belum terjangkau, termasuk Jember, Madiun, dan Kediri Raya. 

Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses transportasi sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat antardaerah.

Meski demikian, pengembangan trayek baru masih membutuhkan perencanaan serta dukungan anggaran yang memadai. Setiap trayek Trans Jatim diperkirakan memerlukan pembiayaan sekitar Rp20 miliar untuk mendukung operasional layanan.

Dewanti mengungkapkan, studi kelayakan pengembangan Trans Jatim sebenarnya telah tersedia di seluruh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Namun, pelaksanaan pengembangan saat ini masih diprioritaskan pada kawasan dengan jumlah penduduk dan tingkat mobilitas tinggi, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Studi kelayakan untuk Trans Jatim sebenarnya sudah ada di seluruh Bakorwil. Namun, pelaksanaannya saat ini masih diprioritaskan pada wilayah dengan jumlah penduduk dan mobilitas tinggi, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” ungkap Dewanti, Kamis (5/11/2026).

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur tersebut, perluasan jaringan transportasi publik perlu terus diupayakan agar masyarakat di berbagai daerah memiliki akses terhadap layanan angkutan umum yang terjangkau dan memadai.

Jember, Madiun, dan Kediri Raya menjadi sejumlah wilayah yang diusulkan untuk masuk dalam pengembangan trayek berikutnya. Namun, realisasinya perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas pembangunan.

“Satu trayek itu istilahnya kira-kira membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar. Kami sudah meminta untuk bisa direalisasikan, mudah-mudahan bisa terlaksana,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *