
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memperluas Pasar Induk Pare untuk mengatasi kepadatan pedagang dan komoditas yang selama ini meluber hingga badan jalan. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan satu los tambahan serta pelebaran akses kendaraan di sisi barat pasar.
Proyek yang masuk dalam daftar strategis daerah tahun 2026 tersebut hingga minggu ke-15 mencatatkan progres pembangunan sebesar 67,386 persen. Pemerintah menargetkan pekerjaan selesai sesuai kontrak pada 26 November 2026.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan pembangunan los tambahan ditujukan untuk mengakomodasi pedagang yang belum mendapatkan tempat berjualan, sekaligus menata aktivitas perdagangan komoditas dalam skala besar.
“Pasar Induk Pare ini menjadi proyek strategis daerah tahun 2026. Ada tambahan satu los untuk pengembangan dan juga menampung pedagang-pedagang yang belum mendapatkan tempat. Kalau progres sampai dengan minggu ke-15 ini kurang lebih 67,386 persen,” katanya.
Menurut Tutik, kondisi Pasar Induk Pare saat ini sudah cukup padat, baik dari sisi jumlah pedagang maupun volume komoditas yang diperdagangkan.
Ketika memasuki musim panen atau musim komoditas tertentu, seperti cabai, jagung, dan kacang-kacangan, aktivitas perdagangan kerap meluas hingga ke pinggir jalan. Kondisi tersebut berpotensi memicu kemacetan, mengganggu kenyamanan pembeli, serta menyulitkan kendaraan yang melakukan bongkar muat.
Melalui pembangunan los tambahan, pemerintah daerah akan menata ulang penempatan pedagang, khususnya pedagang besar komoditas musiman asal Kabupaten Kediri seperti jagung, terong, dan kacang panjang.
Berbeda dengan los pasar tradisional pada umumnya, fasilitas baru ini dirancang untuk pedagang besar yang membutuhkan ruang lebih luas untuk aktivitas perdagangan maupun pengemasan barang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber