jatimnow.com – Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS) Surabaya mengolah pecahan beras sisa penggilingan menjadi tepung beras kemasan bernilai jual tinggi di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Langkah hilirisasi pertanian yang berlangsung Senin (26/10/2026) ini menyasar kawasan transmigrasi yang selama ini hanya mengandalkan penjualan beras medium.

Ketua Tim TEP ITS Prof. Sholiq mencatat sekitar 15 persen beras patah atau menir hasil panen petani setempat kerap dihargai murah.

Padahal, Manokwari Selatan mencatatkan produksi gabah 4.854 ton dari lahan 822 hektare dengan surplus tahunan menembus 1.212 ton.

“Surplus 33 persen di atas konsumsi lokal membuka jalan diversifikasi pangan ke berbagai wilayah Papua Barat,” ujar Sholiq.

Melalui program Integrated Rice Value, tim kampus asal Surabaya memasang mesin penepung diskmill dan alat pengemas modern.

Pengelolaan fasilitas produksi diserahkan langsung ke unit usaha Mandiri Sejahtera milik BUMDes Margorukun guna mengisi kekosongan pasokan tepung lokal di pasar Oransbari.

Serangkaian uji coba membuktikan perendaman beras lokal yang lebih lama memicu tekstur tepung kian halus dan berlimpah, meski menuntut pengeringan ekstra.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *