
Sebanyak 120 paket olahan ikan diberikan kepada balita, anak stunting, wasting, dan ibu hamil KEK.
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan mendorong konsumsi ikan sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pengasuhan balita. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Kelas Pengasuhan Balita di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol.
Kegiatan tersebut menyasar keluarga yang memiliki balita hingga ibu hamil. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri mencapai target zero growth stunting yang menjadi salah satu perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak saat ini, tetapi juga merupakan investasi untuk menyiapkan generasi masa depan.
“Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menguatkan dua kunci utama dalam pencegahan stunting,” kata Dewi yang juga menjabat Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Kediri.
Menurut Dewi, konsumsi ikan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Ikan mengandung protein hewani, omega 3, serta berbagai zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan.
Selain memberikan edukasi, Pemkab Kediri juga membagikan 120 paket olahan ikan kepada kelompok sasaran. Penerima paket terdiri dari balita, anak stunting, anak wasting, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).
Pemberian makanan berbahan ikan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan protein hewani sekaligus mengenalkan berbagai pilihan olahan ikan kepada keluarga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber