Ponorogo (beritajatim.com) – Warga menyegel sebuah outlet yang disebut menjual minuman keras di Jalan Trunojoyo, Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah warga mengaku resah dengan aktivitas minum-minuman yang berlangsung hingga dini hari.

Keramaian di sekitar outlet, juga disebut mengganggu warga yang tinggal di kanan, kiri, dan belakang lokasi. Sekitar 40 sampai 50 warga pada Kamis (10/9/2026) malam, akhirnya datang dan sepakat menutup tempat usaha tersebut.

“Iya, sudah mengganggu. Laporan warga mulai bulan 5. Saya sudah lapor ke Pak Lurah, sudah menghadap 2 kali. Seperti itu dan ternyata masih terulang kembali untuk kegiatan minum-minuman itu,” kata Roni, Kamis (11/9/2026).

Menurut Roni, outlet tersebut mulai beroperasi sejak akhir Desember 2025. Dia menyebut toko mulai buka sekitar malam Natal, meski tidak mengetahui secara pasti tanggal pembukaannya. Keberadaan usaha tersebut, kata dia, tidak diawali dengan pemberitahuan kepada lingkungan. Bahkan, pemberitahuan kepada RT disebut baru dilakukan setelah toko sudah beroperasi.

Roni mengatakan outlet tersebut beroperasi selama 24 jam. Namun, aktivitas yang paling sering dikeluhkan warga berlangsung setelah tengah malam. Selain aktivitas minum-minuman, suara orang yang berkumpul disebut terdengar ramai hingga mengganggu tetangga.

“Toko situ kan bukanya 24 jam. Lah, untuk kegiatan biasanya dilakukan tengah malam, jam 12 malam ke atas. Ya selain minum-minum juga kan ramai, suaranya cewek-cowok ramai sampai mengganggu tetangga gitu,” jelasnya.

Warga sebenarnya sudah beberapa kali memberikan teguran secara langsung. Mereka meminta orang-orang yang berada di sekitar outlet tidak membuat keributan karena lokasi tersebut berada di tengah lingkungan permukiman. Namun, teguran itu disebut tidak membuat aktivitas berhenti. Menurut Roni, kejadian serupa masih kembali ditemukan warga.

Bahkan, warga mengaku pernah melihat orang dalam kondisi mabuk di depan outlet. Kondisi tersebut disebut terjadi setelah aktivitas minum-minuman berlangsung hingga pagi. Salah satu kejadian terakhir dilaporkan warga pada Sabtu lalu. Orang yang diduga dalam kondisi mabuk disebut sampai merangkak atau ngesot di depan toko.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *