
Jombang (beritajatim.com) – Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) se-Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akan menggelar puncak Festival BKAD pada 27–28 Oktober 2026. Sejumlah kegiatan disiapkan dalam agenda tahunan tersebut, mulai dari Jagongan Gayeng Kota Santri, pangan murah, bazar UMKM, hingga pelayanan kesehatan gratis dan donor darah.
Ketua BKAD Kecamatan Diwek, Mohammad Saifur, mengatakan rangkaian kegiatan Festival BKAD tahun ini telah dimulai sejak sepekan sebelumnya. Beberapa agenda yang telah dilaksanakan di antaranya peningkatan kapasitas perangkat desa melalui kegiatan Jaga Desa serta kompetisi bola voli ant perangkat desa untuk memperebutkan Piala BKAD Cup.
“Ini bentuk kerjasama seluruh kepala desa sekecamatan Diwek dalam menjaga komunikasi antar perangkat dan hubungan sosial dengan masyarakat, ” ujar Saifur menjelang persiapan acara, Selasa (27/10/2026).
Kepala Desa Balongbesuk tersebut menjelaskan, puncak Festival BKAD akan diisi dengan kegiatan Jagongan Gayeng Kota Santri. Forum ini menjadi ruang diskusi bersama untuk membahas berbagai isu terkini dan persoalan yang kerap dihadapi masyarakat, sekaligus mencari solusi serta langkah penyelesaian yang tepat.
Panitia akan menghadirkan seluruh kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan tokoh masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh pemuda. Unsur pemerintah selaku pengambil kebijakan juga akan dilibatkan dalam kegiatan tahunan yang kini memasuki tahun ketiga tersebut.
Melalui forum ini, berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat bertukar pandangan, menyampaikan aspirasi, serta membangun kesepahaman dalam menyikapi persoalan di wilayah Kecamatan Diwek. Dengan demikian, Jagongan Gayeng tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Selain forum diskusi, Festival BKAD Diwek juga menghadirkan kegiatan pangan murah pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pagi hingga siang hari. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Diwek tersebut akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula.
Panitia juga menyiapkan bazar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kecamatan Diwek untuk memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. “Kita selenggarakan pangan murah hingga bazar UMKM untuk meramaikannya,” sebutnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber